SEO BLOG & TEMPLATES
ENSIKLOPEDIA KINERJA APARATUR NEGARA

D I R E K T O R I
Amung Us
CB Magazine »
SUARA RAKYAT
»
70 Siswa SD Menumpang Belajar di Rumah Warga
70 Siswa SD Menumpang Belajar di Rumah Warga
Posted by CB Magazine on |
SUARA RAKYAT
RENGAT - RIAU, -- Nasib 70 siswa Sekolah Dasar (SD)
Jarak Jauh Dusun III Desa Durian Cacar, Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri
Hulu, Propinsi Riau sudah tiga tahun ini numpang belajar di rumah
warga, karena sarana dan prasarana tidak ada sama sekali.
"Belajar di rumah warga karena fasilitas sangat minim, gedung sekolah
tidak ada, karena minat siswa belajar cukup tinggi, terpaksa pinjam
rumah warga," kata Guru Honorer SD jarak jauh, Patu Rahman, sabtu (19/1)
Rengat.
Dikatakan Rahman, ketiadaan sarana dan prasarana di SD tersebut,
membuat para siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 harus belajar di rumah
milik warga bernama Minan. Minan dengan ikhlas menyediakan rumah untuk
kegiatan belajar mengajar selama beberapa tahun tersebut.
Dengan ada niat baik warga tersebut, membuat semangat belajar
anak-anak tinggi, buktinya mereka pada rajin sekolah seperti siswa di
sekolah lainnya di Indragiri Hulu. Namun sebagai guru dirinya juga
merasa prihatin dengan APBD Inhu yang mencapai Rp1,4 triliun tersebut
belum bisa membangun gedung yang bisa menampung siswa sejumlah 60 orang.
"Kedatangan saya ke Rengat untuk menyampaikan Aspirasi kepada Anggota
Dewan Dapil III soal kondisi ini. kami meminta wakil rakyat
memperjuangkan pembangunan sekolah secepatnya, sehingga siswa dapat
menikmati pendidikan dengan baik," jelasnya.
Selain tidak adanya gedung sekolah, alat tulis seperti kapur saja
tidak pernah dianggarkan pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu selama ini.
Biaya untuk alat tulis ini terpaksa ditalangi pihak sekolah agar proses
belajar mengajar tetap berjalan. Padahal program pemerintah untuk
mencerdaskan anak bangsa didengung-dengungkan.
"sekolah ini hanya memliki 3 Guru Honorer. Selama ini biaya
dikeluarkan oleh komite sekolah namun jarang bisa mencukupi, namun kami
sebagai guru dengan ikhlas tetap mengajar. Tahun 2013 ini sangat
berharap pemkab Inhu benar - benar memperhatikannya. Tak jarang kepala
desa setempat turut membantu biaya operasional sekolah ini," keluhnya.
Rahman menambahkan, masalah ini sudah pernah disampaikan kepada
Kepala Dinas Pendidikan melalui UPTD Kecamatan Rakit Kulim, namun sampai
saat ini belum ditanggapi. Siswa SD yang Mayoritas Suku Talang Mamak
tersebut selama ini tidak pernah memakai baju seragam.
"Mereka hanya menggunakan pakaian biasa. Mereka juga tidak
menggunakan meja dan kursi dalam belajar, tapi duduk di lantai. karena
itu, DPRD Inhu khususnya dari Dapil III diharapkan memperhatikan kondisi
ini," harapnya.
Irwan Toni Anggota DPRD Inhu mengatakan, persoalan anak suku talang
ini memang mesti mendapatkan hak yang sama, terutama berkaitan dengan
pendidikan. Miris rasanya kalau masih ada ketimpangan sosial sebutnya.
"Sabagai anggota DPRD Inhu tetap akan memperjuangkannya" janjinya.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Indragiri HM Arpan Saleh mengatakan
sangat sedih, jika masih ada sekolah yang belum mendapatkan fasilitas
pendukung, apalagi hingga gedung sekolah sampai tidak ada. Hal ini mesti
diperjuangkan semaksimal mungkin semua pihka terkait.
"Semua merasa terpukul mendengar keluahan guru dan siswa tersebut,
semestinya di kabupaten Indragiri Hulu yang sudah mulai berkembang ini,
sudah tidak ditemukan lagi persoalan seperti itu," tegasnya.
Namun mestinya juga sebut Arpan, jika pemerintah belum dapat
memperhatikannya, sebaiknya perusahaan yang ada di lingkungan tersebut
melaksanakan CSR-nya. =/rol\=
Tweet

Top 5 Popular of The Week
-
CIANJUR - Selain salah satu paslon dilaporkan ke Bawaslu RI, Tim Advokasi Paslon Pilkada Kabupaten Cianjur nomor tiga, Suranto-Aldwin Raha...
-
Temuan laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) tentang proyek penanggulangan banjir di Perumnas 3 Kelurahan Aren Ja...
-
Cianjur - Dari 1.240.000 surat suara yang diterima KPUD Cianjur, Jawa Barat, untuk keperluan Pilkada 9 Desember mendatang, sekitar 2,5 perse...
-
SRAGEN – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sragen menjatuhkan vonis pidana sebulan penjara kepada Camat Sambirejo Suhariyanto karena terb...
-
Kepala Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Ikin Sodikin, terdakwa kasus pelanggaran kampanye Pilkada Pangandaran, divonis...
-
Jakarta,-- Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penahanan terhadap Direktur PT Ciputra Optima Mitra Rudiyanto, Selasa (24/11) sore. Rudiya...
-
JAKARTA,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkaji ada atau tidak tindak pidana kasus korupsi dalam pencatutan nama Presiden Joko Widod...
-
Bandung - Upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2016 di Jabar telah diteken Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Upah tertinggi yakni Kabupaten K...
-
Cianjur – Akhirnya, sejumlah pelanggaran dan kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Cianjur 2105 dilaporkan ke sejumla...
-
JAKARTA, -- Walikota Palembang, Sumatera Selatan, Eddy Santana Putra MT menikahi siri model panas, Eva Ajeng tanpa seizin istrinya, Sri...