SEO BLOG & TEMPLATES
ENSIKLOPEDIA KINERJA APARATUR NEGARA

D I R E K T O R I
Amung Us
CB Magazine »
YUDIKATIF
»
KY Pantau Persidangan Kasus Korupsi Buol
KY Pantau Persidangan Kasus Korupsi Buol
Posted by CB Magazine on |
YUDIKATIF
JAKARTA, -- Wakil Ketua Komisi
Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh menyatakan lembaganya memantau terus
jalannya persidangan kasus korupsi di Buol dengan terdakwa petinggi
Partai Demokrat Siti Hartati Murdaya Poo dan mantan Bupati Buol Amran
Batalipu.
Dia menyatakan, Komisi Yudisial memantau persidangan itu untuk
mengawasi apakah ada yang dilanggar dalam proses persidangan. Diharapkan
semua persidangan di Pengadilan Tipikor dapat mengungkapkan fakta
sesuai kronologi kasus yang sebenarnya terjadi di lapangan. “Kami akan
mengambil tindakan kalau ada yang dilanggar, tidak terkecuali dalam
persidangan kasus Buol,” kata Imam.
Mengenai proses persidangan kasus Buol tersebut, Imam menandaskan,
pihaknya tidak bisa menghakimi. “Tapi kalau secara subyektif, dan
berdasar fakta yang muncul di persidangan, menurut saya itu memang lebih
kental unsur pemerasan daripada unsur penyuapan,” tegasnya.
Dalam surat dakwaan jaksa tidak disebutkan adanya unsur pemerasan oleh Bupati Buol terhadap pengusaha Hartati Murdaya Poo.
Menurut Imam Anshori Saleh majelis hakim tidak bisa main vonis dengan hanya melihat surat dakwaan jaksa.
“Hakim harus membuat keputusan dengan melihat secara jeli kronologi
kasus yang sebenarnya. Hakim harus bisa mencari kebenaran materiil dan
tidak hanya berdasar surat dakwaan jaksa,” saran Imam.
Selain memantau kasus Buol, Komisi Yudisial juga memantau persidangan
hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Semarang, Kartini Julianna Marpaung.
Pemantauan dilakukan karena Kartini disidangkan di Pengadilan Negeri
Semarang yang menjadi tempat kerjanya sendiri, serta kemungkinan akan
diadili oleh majelis hakim yang merupakan teman-teman kerjanya.
Juru Bicara Komisi Yudisial Asep Rahmat Fajar, berharap penunjukan
hakim yang mengadili kasus ini agar memperhatikan poin 5.2.1(2) Kode
Etik dan Pedoman Perilaku Hakim, serta menunjuk majelis hakim yang
kredibel serta tidak memiliki jaringan keakraban dengan terdakwa. =/sm\=
Tweet

Top 5 Popular of The Week
-
CIANJUR - Selain salah satu paslon dilaporkan ke Bawaslu RI, Tim Advokasi Paslon Pilkada Kabupaten Cianjur nomor tiga, Suranto-Aldwin Raha...
-
Temuan laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) tentang proyek penanggulangan banjir di Perumnas 3 Kelurahan Aren Ja...
-
Cianjur - Dari 1.240.000 surat suara yang diterima KPUD Cianjur, Jawa Barat, untuk keperluan Pilkada 9 Desember mendatang, sekitar 2,5 perse...
-
SRAGEN – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sragen menjatuhkan vonis pidana sebulan penjara kepada Camat Sambirejo Suhariyanto karena terb...
-
Kepala Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Ikin Sodikin, terdakwa kasus pelanggaran kampanye Pilkada Pangandaran, divonis...
-
Jakarta,-- Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penahanan terhadap Direktur PT Ciputra Optima Mitra Rudiyanto, Selasa (24/11) sore. Rudiya...
-
JAKARTA,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkaji ada atau tidak tindak pidana kasus korupsi dalam pencatutan nama Presiden Joko Widod...
-
Bandung - Upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2016 di Jabar telah diteken Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Upah tertinggi yakni Kabupaten K...
-
Cianjur – Akhirnya, sejumlah pelanggaran dan kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Cianjur 2105 dilaporkan ke sejumla...
-
JAKARTA, -- Walikota Palembang, Sumatera Selatan, Eddy Santana Putra MT menikahi siri model panas, Eva Ajeng tanpa seizin istrinya, Sri...