SEO BLOG & TEMPLATES
ENSIKLOPEDIA KINERJA APARATUR NEGARA
D I R E K T O R I
Amung Us
CB Magazine »
DISPANGGAR
»
3 BUMN Bergabung Mendirikan Bank Tahun ini
3 BUMN Bergabung Mendirikan Bank Tahun ini
Posted by CB Magazine on |
DISPANGGAR
JAKARTA, -- PT Pos Indonesia (Persero) memastikan akan mendirikan perusahaan patungan atau joint venture
(JV) bersama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Tabungan Asuransi
Pegawai Negeri (Taspen). Dalam hal ini, perseroan memiliki porsi saham
20,2% dengan setoran modal Rp 174,73 miliar.
"Bank Mandiri akan menguasai kepemilikan saham sebesar 53,52%, Pos Indonesia 20,2%, Taspen 20,2% dan pemegang saham (PS) lama 6,08%. Kalau PS lama ini mau menjual sahamnya, maka kami akan membelinya," ujar Direktur Utama Pos Indonesia, I Ketut Mardjana di Jakarta, Minggu (27/1/2012) malam.
Dengan porsi saham itu, pihaknya menyuntikkan dana pada bank ini sebesar Rp 174,73 miliar yang berasal dari kas internal. Ke depan, perusahaan patungan ini akan melayani pemberian kredit pensiun, menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR), terutama UKM.
"Kami fokus di KUR UKM, sebab lebih dari 70% UKM tidak punya akses ke bank dari sejumlah UKM di Indonesia. Mereka justru dibantu oleh lembaga non formal dengan bunga tinggi," urainya.
Dia juga menerangkan ceruk pasar bisnis logistik dan perbankan semakin terbuka lebar, mengingat dari 244 juta penduduk Indonesia, sekitar 40% warga mempunyai akses bank sedangkan sisanya non bank.
Di sisi lain, Pos Indonesia mampu mendulang manfaat dari pendirian bank patungan ini, antara lain perolehan dividen, perolehan value gain melalui investasi, peluang bisnis baru melalui sinergi antar perusahaan BUMN, dan mampu mempertahankan pangsa pasar.
"Bank yang kuat dan sehat akan berkontribusi ke perekonomian nasional serta memperluas bisnis Pos Indonesia. Dan tahun ini sudah pasti jadi didirikan," papar Mardjana tanpa bersedia membocorkan nama perusahaan bank pos tersebut.
Aksi tersebut menjadi langkah untuk meningkatkan pendapatan Pos Indonesia yang diproyeksikan mencapai Rp 4,53 triliun dibanding 2012 sebesar Rp 3,33 triliun.
"Sementara target laba bersih dipatok Rp 275,46 miliar di 2013 atau naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 200,35 miliar," imbuh dia =/lp6\= .
"Bank Mandiri akan menguasai kepemilikan saham sebesar 53,52%, Pos Indonesia 20,2%, Taspen 20,2% dan pemegang saham (PS) lama 6,08%. Kalau PS lama ini mau menjual sahamnya, maka kami akan membelinya," ujar Direktur Utama Pos Indonesia, I Ketut Mardjana di Jakarta, Minggu (27/1/2012) malam.
Dengan porsi saham itu, pihaknya menyuntikkan dana pada bank ini sebesar Rp 174,73 miliar yang berasal dari kas internal. Ke depan, perusahaan patungan ini akan melayani pemberian kredit pensiun, menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR), terutama UKM.
"Kami fokus di KUR UKM, sebab lebih dari 70% UKM tidak punya akses ke bank dari sejumlah UKM di Indonesia. Mereka justru dibantu oleh lembaga non formal dengan bunga tinggi," urainya.
Dia juga menerangkan ceruk pasar bisnis logistik dan perbankan semakin terbuka lebar, mengingat dari 244 juta penduduk Indonesia, sekitar 40% warga mempunyai akses bank sedangkan sisanya non bank.
Di sisi lain, Pos Indonesia mampu mendulang manfaat dari pendirian bank patungan ini, antara lain perolehan dividen, perolehan value gain melalui investasi, peluang bisnis baru melalui sinergi antar perusahaan BUMN, dan mampu mempertahankan pangsa pasar.
"Bank yang kuat dan sehat akan berkontribusi ke perekonomian nasional serta memperluas bisnis Pos Indonesia. Dan tahun ini sudah pasti jadi didirikan," papar Mardjana tanpa bersedia membocorkan nama perusahaan bank pos tersebut.
Aksi tersebut menjadi langkah untuk meningkatkan pendapatan Pos Indonesia yang diproyeksikan mencapai Rp 4,53 triliun dibanding 2012 sebesar Rp 3,33 triliun.
"Sementara target laba bersih dipatok Rp 275,46 miliar di 2013 atau naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 200,35 miliar," imbuh dia =/lp6\= .
Tweet
Top 5 Popular of The Week
-
Temuan laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) tentang proyek penanggulangan banjir di Perumnas 3 Kelurahan Aren Ja...
-
CIANJUR - Selain salah satu paslon dilaporkan ke Bawaslu RI, Tim Advokasi Paslon Pilkada Kabupaten Cianjur nomor tiga, Suranto-Aldwin Raha...
-
SRAGEN – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sragen menjatuhkan vonis pidana sebulan penjara kepada Camat Sambirejo Suhariyanto karena terb...
-
Bandung - Upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2016 di Jabar telah diteken Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Upah tertinggi yakni Kabupaten K...
-
Jakarta,-- Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penahanan terhadap Direktur PT Ciputra Optima Mitra Rudiyanto, Selasa (24/11) sore. Rudiya...
-
Kepala Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Ikin Sodikin, terdakwa kasus pelanggaran kampanye Pilkada Pangandaran, divonis...
-
Cianjur - Dari 1.240.000 surat suara yang diterima KPUD Cianjur, Jawa Barat, untuk keperluan Pilkada 9 Desember mendatang, sekitar 2,5 perse...
-
Cianjur – Akhirnya, sejumlah pelanggaran dan kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Cianjur 2105 dilaporkan ke sejumla...
-
JAKARTA,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkaji ada atau tidak tindak pidana kasus korupsi dalam pencatutan nama Presiden Joko Widod...
-
JAKARTA, -- Enam tersangka kasus korupsi di Bank BRI cabang khusus Jakarta tidak ditahan dan hanya dikenakan status pencekalan. “Mere...
