SEO BLOG & TEMPLATES
ENSIKLOPEDIA KINERJA APARATUR NEGARA
D I R E K T O R I
Amung Us
CB Magazine »
DISPANGGAR
»
Kepsek SD Tendang Siswa, Orang Tua Ancam Segel Sekolah
Kepsek SD Tendang Siswa, Orang Tua Ancam Segel Sekolah
Posted by CB Magazine on |
DISPANGGAR
Jelimpo - Dunia pendidikan di Kabupaten Landak kembali tercoreng dengan ulah oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 7 Desa Tubang Raeng Kecamatan Jelimpo, AD. Ia diduga telah melakukan aksi kekerasan terhadap siswanya sendiri.Akibat peristiwa kekerasan tersebut, orangtua siswa tidak terima dengan kelakukan oknum Kepsek tersebut.
Menurut saksi mata yang melihat aksi dari oknum Kepsek tersebut, Yohanes Aung mengatakan, peristiwa kekerasan yang dilakukan AD terjadi Senin (21/1) pada saat plaksanaan upacara bendera di sekolah tersebut.
“Dua orang korban yakni Andrianus Dirot dan Rifa’ih yang keduanya murid kelas empat pada saat itu sedang bergurau. Kemudian, kedua anak itu dipanggil oleh AD didepan tiang bendera. Tidak berapa lama kemudian, AD pun lantas menendang keduanya tepat dibagian betis anak tersebut secara berulang-ulang,” ceritanya.
Dikatakannya, kejadian yang tak pantas dilakukan oleh AD tersebut memang disaksikan oleh ratusan murid SDN 7 Tubang Raeng peserta upacara bendera, para dewan guru dan orangtua murid yang mengantar anaknya sekolah.
“Akibat ulah dari oknum Kepsek tersebut, para orangtua murid tidak terima atas perlakukan AD. Merekapun meminta supaya pihak terkait bisa menindak tegas dan memberikan sanksi kepada AD,” katanya.
Sementara itu ketika dikonfirmasi via SMS, oknum Kepsek SDN 7 Tubang Raeng, AD membantah bahwa ia telah melakukan aksi kekerasan terhadap siswanya. “Saya sendiri sudah bertemu dengan orangtua murid untuk melakukan klarifikasi bahwa tidak ada kekerasan. Namun, ada orang lain yang mencari kesalahan dan ingin menjatuhkan saya selaku Kepsek yang baru enam bulan bertugas,” katanya.
Namun, apapun alasan yang diutarakan AD, para orangtua murid di SDN 7 Tubang Raeng tersebut tetap protes dengan aksi kekerasan yang sudah dilakukan AD sendiri. Bahkan, wargapun mengancam akan melakukan penyegelan bangunan SDN 7 Tubang Raeng jika pihak terkait tidak segera melakukan tindakan terhadap AD.
Sementara itu, orangtua murid dan Komite Sekolah SDN 7 Tubang Raeng sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Dinas Pendidikan Landak untuk diambil tindakan. Warga meminta supaya Dinas Pendidikan Landak mengganti AD sebagai Kepsek SDN 7 Tubang Raeng. Namun sampai saat ini orangtua murid yang menjadi korban kekerasan AD belum melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.
Ketika dikonfirmasikan, Kepala Dinas Pendidikan Landak, Aspansius mengaku sudah menerima laporan melalui UPT Ngabang dan Bidang Pendidikan Dasar. Oknum Kepsek SDN 7 Tubang Raeng inipun sudah dipanggil oleh Dinas Pendidikan Landak guna klarifikasi.
“Kami akan melakukan penelusuran kembali terhadap dugaan kasus kekerasan tersebut dengan memanggil orangtua murid,” janjinya. =/inl\= .
Tweet
Top 5 Popular of The Week
-
Temuan laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) tentang proyek penanggulangan banjir di Perumnas 3 Kelurahan Aren Ja...
-
CIANJUR - Selain salah satu paslon dilaporkan ke Bawaslu RI, Tim Advokasi Paslon Pilkada Kabupaten Cianjur nomor tiga, Suranto-Aldwin Raha...
-
SRAGEN – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sragen menjatuhkan vonis pidana sebulan penjara kepada Camat Sambirejo Suhariyanto karena terb...
-
Bandung - Upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2016 di Jabar telah diteken Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Upah tertinggi yakni Kabupaten K...
-
Jakarta,-- Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penahanan terhadap Direktur PT Ciputra Optima Mitra Rudiyanto, Selasa (24/11) sore. Rudiya...
-
Kepala Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Ikin Sodikin, terdakwa kasus pelanggaran kampanye Pilkada Pangandaran, divonis...
-
Cianjur - Dari 1.240.000 surat suara yang diterima KPUD Cianjur, Jawa Barat, untuk keperluan Pilkada 9 Desember mendatang, sekitar 2,5 perse...
-
Cianjur – Akhirnya, sejumlah pelanggaran dan kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Cianjur 2105 dilaporkan ke sejumla...
-
JAKARTA,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkaji ada atau tidak tindak pidana kasus korupsi dalam pencatutan nama Presiden Joko Widod...
-
JAKARTA, -- Enam tersangka kasus korupsi di Bank BRI cabang khusus Jakarta tidak ditahan dan hanya dikenakan status pencekalan. “Mere...